Beranda > Catatan Syam > RENUNGAN DI TENGAH MALAM

RENUNGAN DI TENGAH MALAM

Sejenak, sesaat sebelum kita hanyut ke pulau kapuk menjemput mimpi. Di keheningan malam, melepaskan pikiran dari hiruk pikuk hidup yang tampak memberatkan pundak dengan melakukan perenungan-perenungan. Mudahan dengan perenungan itu akan memberikan pencerahan mental dan spiritual dan menjadikan hidup kita menjadi lebih baik lagi.

Untuk kali ini, berikut beberapa renungan yang disarikan dari majalah tarbawi edisi 123 th. 7 dzulhijah 1426 h / 5 januari 2006 :

Jika kamu melihat seseorang senang melakukan yang ringan-ringan, ketahuilah bahwa hidupnya tidak memberi manfaat apapun (Yusuf bin Husain Ar Razi)

Di usia kita yang entah berapa, kita mesti bertanya. Sejauh mana kita telah menempuh jalan dan seberapa banyak kita telah menabung bekal.

Berlomba mutu dan beradu cepat adalah keniscayaan hidup orang beriman.

Sepotong hidup hanya sekali datang, sesudah itu secepatnya pergi. Bahkan alangkah cepatnya menghilang. Pagi datang dan segera saja disapu siang. Sore memburu memburu dan tiba-tiba malam. Dalam deru hidup seperti ini, kemana kita menatap ? kemana kita membawa ?

Gerak dan pilihan untuk terus maju adalah prinsip besar yang harus kita pilih. Hidup ini selalu diambang dua tuntutan. Pertama, tuntutan untuk berkompetisi secara waktu. Yang kedua adalah soal dimensi kualitas, mutu, bobot, dan apa yang harus kita lakukan dengan sebaik mungkin.

Perlombaan selalu ada yang menang dan ada yang kalah. Karenanya, dimensi mutu, memberi penegasan bahwa menjadi cepat saja tidak cukup. Tapi bagaimana kita bisa menjalani hidup sebagai orang yang punya mutu, punya prestasi, karya, dedikasi dan kualitas pribadi dalam beragam pilihan yang kita tekuni.

Hidup benar-benar pertarungan semangat untuk bergegas dan berkehedak untuk bersegera.

Sudah seberapa maksimal kita mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kita.

Dalam kapasitas apapun, selalu ada jalan untuk menjadi berarti.

Karena itu, kita harus melakukan maksimalisasi dan akselarasi pada semua hal dalam hidup kita, agar terus berjalan, berfungsi dan bermanfaat.

Hidup ini hanya sekali saja. Jangan kita jadikan ia sia-sia. Teruslah melakukan perbaikan, mulai hari ini. Karena setelah hari ini, yang ada hanyalah pertanggung jawaban.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: