Beranda > Catatan Syam > Tentang CINTA & Kisah Nestapa Dibaliknya

Tentang CINTA & Kisah Nestapa Dibaliknya

Dari mana datangnya cinta ?

Konon jawabannya adalah : dari mata turun ke hati

Benar atau salah kah jawaban itu ?

Sampai tulisan ini saya buat tidak ada jawaban pasti

Yang bisa memuaskan dahaga keingintahuan saya

 

Bahkan berjuta puisi telah digubah

Berjuta syair lagu telah dicipta

Namun, belum ada yang secara pasti mendefinisikan kata “Cinta”

Berikut dengan berbagai jawabannya atas banyak pertanyaan tentang “Cinta”

Akhirnya, saya beranggapan begitu ajaibnya kata “Cinta” itu

Baik bila dilihat dari sudut padang secara logika, etika maupun estetika

 

Tapi sungguh kali ini saya ingin berhenti berdebat dalam pikiran perihal kata “Cinta”

Buat saya “Cinta” itu sendiri adalah adalah sebuah anugerah dalam hidup,
Yang membuat hidup jadi indah

Yang menjadikan hidup jadi berwarna

Yang menyulap hati tenang dan damai

 

Sebaliknya pula karena “Cinta”

Aku sadar pada asa dan rasa yang tak selamanya manis, tapi bercampur pahit dan kecut…
aku dibuat tertawa, tersenyum, sekaligus juga galau, semua karenanya…
Karena itu juga aku meratap, sering gundah, dan bersedih karenanya…

Dia dan Cinta, dua entititas yang berpadu

Menciptakan dunia yang penuh keajaiban

Menumbuhkembangkan berlaksa kegembiraan

Namun, karena selama ini nyaris terburamkan oleh segala macam rutinitas-rutinitas dunia,

Deru debu sengetnya tuntutan kehisupan yang kujalani sepanjang hari-hariku…

Keajaiban itu seperti luluh dan kegembiraan merapuh

Duh, sekarang aku seperti berubah, sering jadi sedikit lebih cengeng daripada biasanya,

Mungkinkah ini karena akal bodohku yang tak mampu menyelaraskan

Kepintaran berpikir dengan kepekaan hati

Atau ini tidak lebih dari sekedar sensitivitas perasaan dan emosiku saja ?

 

Aku juga jadi tampak bermuram durja, jadi lebih ‘sendu’ daripada biasanya

Merasakan putaran jarum jam berdetak lambat

Dan suasana jadi berubah redup

Hingga api semangat yang ada di dadaku begitu lemah untuk berkobar

Entah, aku yang hanyut, larut dari kenyataan…. Yah, apakah aku harus mengatakan dan sedikit membela diri : aku juga manusia yang punya cinta dalam hati…

dan pada titik inilah kembali aku dibenturkan pada pertanyaan dari sebuah jawaban :

karena sebab : dari emosi jadi sakit hati

dan ”Cinta” pun mudah pergi

benar atau salah kah itu ?

sungguh, maaf, aku manusia paling bodoh yang masih tak punya jawaban pasti

sampai dengan detik ini…

tegal : 4/1/11

Kategori:Catatan Syam
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: