Beranda > Catatan Syam > I Like Monday Part II

I Like Monday Part II

(catatan yang tertinggal)
hari senin ini (7/12/10) harusnya aku katakan i hate monday atau bahkan berserapah : f**k monday. tapi aku bukan seorang yang suka memuntahkan kata-kata kasar. hanya dengan setengah bergumam cukup ku lafazkan : hari yang melelahkan sekaligus cukup menyenangkan.

hari senin ini, sama seperti hari-hari biasa akan kulalui dengan aktivitas rutin, ngantor. meski pula hari senin ini adalah hari terjepit nasional dan hujan pula sejak subuh, tetap saja aku penuh semangat untuk turun ke kantor. di jalan menuju kantor aku bahkan menyempatkan untuk up date status di fesbuk.

dan hari senin ini aku tidak pernah berprasangka apapun akan terjadi sesuatu. hingga terjadilah peristiwa itu, yang akan aku kenang sepanjang hayat dan akan di ingat oleh banyak kawan di kantor.

kejadian di senin pagi ini, kemudian membawa langkah kakiku untuk bertolak ke banjarmasin. aku berasumsi bahwa masalahku ini akan cepat selesai dan hanya bisa selesai dengan pergi ke banjarmasin. namun nyatanya pilihan ke banjarmasin menjadi pilihan yang setengah sia-sia. tapi, setengahnya lagi ada untungnya juga ternyata.

setengah sia-sia karena tidak ada hasil apapun, entah kebetulan atau timing yang tak pas, jadinya penyelesaian masalah yang diharapkan jadi nihil.

setengah untung karena memacu motor pulang pergi dari kandangan ke banjarmasin dan sebaliknya di tambah nonton dua film “slayer” dan “unstopble” di studio XXI membuat stres-ku jadi hilang. beban berat dipikiran jadi sirna.

separuh malam tahun baru hijriah ku habiskan di tengah jalan.
sampai di rumah tak ingin menyiakan malam tahun baru, aku bertafakur : me-review kejadian tadi pagi dan memutar ulang banyak peristiwa yang berlalu setahun silam :

Pertama, apa yang sudah terjadi, bukanlah suatu masalah yang menjadi aib tetapi bagian dari lika liku hidup yang mau tak mau harus kuhadapi. Kedua, masalah bukanlah suatu pertanda kegagalan tetapi ujian kesuksesan seseorang dalam menjalani kehidupan Ketiga, semua masalah akan kujadikan pelajaran, hikmah yang bisa membuatku lebih dewasa dan bijaksana. Keempat, masalah adalah momentum untuk melakukan perbaikan diri.

di penghujug malam aku bermunajat dan berbulat tekad untuk :
— tidak takluk dan menyerah oleh masalah yang terjadi. umurku masih muda. jalan karierku masih panjang, masih banyak waktu yang kumiliki untuk memperbaiki diri dan membuktikan bahwa aku bisa sukses dan mampu jadi lebih baik.

— mulai detik ini dengan momentum tahun baru hijriah, aku mulai memantaskan diri untuk menjadikan diriku lebih baik. bahwa setiap masalah yang kita hadapi hadapi meminjam istilah Ustad Yusuf Mansur salah satunya bersumber dari shalat kita yang masih belum beres atau kada ru’us (bhs banjar), atau bisa juga dikatakan masih balang kambingan. Nah, untuk itu aku harus memperbaiki shalatku dan berusaha untuk konsisten.

Subuh datang dan sang fajar perlahan muncul membawa terang, hari baru, 1 muharram 1432 h bermula. Dan aku bermula pula untuk memulai hidup dengan semangat baru, paradigma baru dan cinta yang baru. semoga

salam

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: