Beranda > Catatan Syam > Sambungan : Catatan Rampak Rampu : Sekolah untuk apa ?

Sambungan : Catatan Rampak Rampu : Sekolah untuk apa ?

ketika di bangku kelas tiga sma, aku umpat PMDK salah satu perguruan tinggi di banjarmasin. Adapun jurusan yang aku tuju adalah jurusan bahasa inggris. Dan alhamdulillah tidak lulus. dan sempat juga patah semangat untuk lanjut kuliah.

Terbayang ke depannya setelah lulus harus mengikuti tes masuk perguruan tinggi negeri mungkin sulit minta ampun. membayangkan untuk menghadapi Ebtanas saja sudah stress apalagi tes UMPTN…

Alhamdulillah, gagal di PMDK ternyata membawa berkah di hasil EBTANAS… semula aku tidak percaya bisa lulus dengan hasil yang seperti di katakan Kepala Sekolah, nilaiku salah satu yang tertinggi di Kabupaten. Itu tidak lebih dari sebuah keberuntungan pikirku.

Bayangkan saja, sebagaimana yang sudah ku utarakan di atas, dengan kapasitas kemampuan otak yang sangat terbatas plus kemampuan finansial yang sangat kurang juga ditambah keadaan diri yang pas-pas-an. Lulus dengan nilai tinggi barangkali hanya sebuah keajaiban.

Toh, disisi lain nilai yang tinggi ku anggap hal biasa dan apa juga manfaatnya. Untuk apa ? kada jadi baras jua jar seorang kawan. Entah lah mungkin benar apa yang di ucapkan kawan itu.

Tapi Kepala Sekolahku ternyata punya pikiran lain dan rencana lain terhadap apa yang aku pikirkan dan apa yang akan aku perbuat setelah lulus. Di hari kelulusan beliau malah menyodori selembar pengumuman : penerimaan mahasiswa sebuah perguruan tinggi di kota bandung….

Jujur saja aku tidak menanggapi secara serius dan tidak sampai berpikir untuk kuliah di perguruan itu. Banyak hal yang jadi pertimbangan yang harus kupikirkan matang-matang sebelum memutuskan mendaftar di perguruan tinggi tersebut. Dua hal yang jadi pertanyaan pokok : pertama untuk apa aku kuliah di sana ? dan kedua apa mungkin aku bisa lolos tes masuk di perguruan tinggi tersebut ?

Setelah meminta saran dan pendapat kepada beberapa orang termasuk orang tua aku putuskan untuk mengatakan dihadapan Kepala Sekolah bahwa aku tidak berminat mendaftar. Sebaliknya setelah pengumuman kelulusan, aku justru tertarik dangan ajakan seorang kawan mendaftar di IAIN Banjarmasin.
(bersambung)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: