Beranda > Catatan Syam > CATATAN DARI MASA SILAM : SKETSA 1

CATATAN DARI MASA SILAM : SKETSA 1

 

Lapangan Plaza Menza Bawah Suatu Malam…

Angin menderas dan malam semakin membeku, tapi raut panas wajahnya kini semakin nampak. Joe mondar-mandir saja di anak tangga seolah membunuh waktu, detik demi detik berlalu…

Lebih 45 menit berjalan dari pukul 21.30… Hanya ada 6 dari 15 “cecunguk kecil” yang berdiri tegap, tegang tak bergerak ada dihadapannya… “mana yang lainnya… ? Suara kasarnya menghentak sunyi dan dingin. “Siap ka, yang lain masih di barak” terdengar jawaban serentak.

“Payah kru madya, huh…. Sudah berkali-kali diumumkan, malam ini kumpul tapi tidak peduli… mau main-main kayaknya”… Tampak raut wajah yang memerah dan menahan amarah.

“Sekarang, tolong panggil teman-teman kalian yang lain yang, saya harap 10 menit sudah lengkap kumpul disini, jangan sampai kami yang datang ke barak…” Suaranya makin meninggi.

Sesaat kemudian salah satu dari kru madya dengan singgap berlari menuju barak memanggil teman-temannya…

Hampir 10 menit waktu tiba-tiba terdengar suara berderak gaduh kaki-kaki yang berlari…

“ooii… kalian yang baru datang  jalan jongkok dari sana” suara keras itu memecah keheningan. Suara Imam rupanya. Dari tadi Ia hanya berdiri ditembok  atas Plaza Menza. Dengan singgap Imam menyusuri tembok, menuruni anak tangga menghampiri kru madya yang jalan jongkok. “Ingat, jangan ada yang main-main, jangan ada yang senyum-senyum dan ketawa-ketawa. Ini serius… Jangan sampai ada yang saya kasih contoh…!!!”

Dengan cepat Iman menunjuk ke arah salah satu kru madya yang lagi berhenti jalan jongkok. “Hey kamu yang senyum-senyum dan berhenti jalan jongkok berdiri kamu”. Tampak wajah salah saru kru madya yang ditunjuk Imam seketika berubah pias dan gugup. Pelan saja Imam menghampiri kru itu dan dengan tiba-tiba sembari Ia berteriak keras “kunci…!!!” tendangan keras kakinya mendarat tepat di perut kru madya itu.

“boogghh…”

“akhhh…”

Kru madya itu terhuyung kebelakang, meringis menahan sakit…

*to be continued

–note

menza = nama gedung tempat makan para praja STPDN

barak = asrama, tempat tinggal praja

madya = praja / mahasiswa STPDN tingkat 2 / mahasiswa yang kuliah tahun ke 2 di STPDN

kru = anggota redaksi Majalah Abdi Praja

Kategori:Catatan Syam
  1. Januari 14, 2009 pukul 12:11 pm

    emangnya sudah jadi tradisi ya yg kaya gtu…
    kasian banget

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: