hari ini…

November 24, 2008

Sepi…

sunyi…

dan setumpuk pekerjaan, antri…


sebuah kabar…

November 19, 2008

dikutip dari site Kompas.com, kabar dari banua. antik dan menurut saya perlu kah hal yang seperti itu. tidak adakah hal lain yang lebih bermutu dan lebih bermanfaat dari pada itu ?

ini kabar itu :

Minyak Sakti Asal Dayak Segera Dipamerkan

 

 

Rabu, 19 November 2008 | 07:29 WIB

BANJARMASIN, RABU—Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan (Kalsel) segera memamerkan beberapa jenis minyak “sakti” asal Dayak Loksado, yang selama ini sering menjadi pembicaraan warga, namun sulit untuk mendapatkan maupun menyaksikan khasiatnya secara langsung.

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Bihman Muliansyah di Banjarmasin, Selasa mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan penelusuran dan mengumpulkan keberadaan beberapa minyak “sakti” yang selama ini menjadi “senjata” bagi warga Dayak yang tinggal di Pegunungan Meratus dalam menghadapi berbagai penyakit maupun lainnya.

“Saya yakin minyak ’sakti’ tersebut akan menjadi salah satu daya pikat dan cukup ampuh menghidupkan kembali sektor wisata Kalsel terutama dalam menyambut Visit Indonesia Year (VIY) Kalsel 2009,” tambahnya.

Beberapa jenis minyak “sakti” tersebut diantaranya minyak kuyang yang merupakan minyak pengasihan atau minyak yang berfungsi untuk membuat orang yang dikehendaki sayang atau jatuh cinta.

Menurut cerita, tambahnya, bila seseorang menginginkan untuk disayangi cukup dengan mengoleskan minyak tersebut kepada orang yang dimaksud.

Selain itu, minyak belawan yang berfungsi mengobati orang yang terkena berbagai macam penyakit seperti penyakit stroke, konon kabarnya beberapa orang yang terkena penyakit yang membuat kecacatan fisik tersebut hanya dioles dengan minyak itu sudah sembuh.

Kemudian minyak landak yang akan membuat orang kuat berjalan atau lari hanya dengan mengoleskan minyak tersebut pada kakinya, biasanya bermanfaat bagi olahragawan lari maupun pemain sepakbola.

Diduga karena khsiat minyak landak tersebut, banyak warga Pegunungan Meratus kuat melakukan perjalanan jauh hingga berjam-jam dengan kecepatan tinggi.

Misalnya untuk menempuh wisata air Terjun Haratai, orang luar harus menempuh perjalanan hingga empat jam, namun orang lokal cukup dua jam.

Selain itu, minyak bintang yang mampu menyembuhkan luka patah kaki, patah lengan dan luka lainnya dengan cepat. “Beberapa cerita khasiat minyak tersebut sering terdengar dimasyarakat, namun jarang yang pernah menyaksikan dan membuktikan khasiatnya sehingga tidak sedikit yang penasaran, makanya akan kita bikin tempat untuk memajang minyak tersebut dilokasi wisata Loksado,” katanya.

Selain ruang pamer (showroom) minyak “sakti”, tambahnya, juga akan dibangun rumah anggrek Loksado yang berfungsi untuk memamerkan budidaya seluruh species anggrek Pegungungan Meratus yang mungkin kini telah banyak yang hampir punah.

Bukan hanya itu, tambahnya, kini pembangunan rumah besar atau rumah ganal yaitu rumah tempat berkumpul dan tinggal warga dayak juga hampir selesai.

“Potensi-potensi tersebut diyakini akan mampu menyedot kunjungan wisatawan dalam negeri maupun luar negeri ke Kalsel, terutama pada saat dibukanya VIY Kalsel 2009,” katanya.(ANT)


Note 1

November 18, 2008

sebenarnya kau ingin berhenti sementara waktu “ngenet”…

tapi kau seperti kecanduan…

slalu saja ingin, dan terus, terus…

waktu berlalu dan pekerjaan jadi menumpuk…

sekarang aku stop… berhenti…

aku mau fokus ke kerjaan dulu…

by…


sekedar flashback…

November 17, 2008

Jatinangor, jam setengah tujuh pagi, tanggal dua puluh sembilan oktober dua ribu delapan…

disambut hujan yang tak begitu lebat dan dingin udara pagi… aku menginjakkan kembali kakiku ditanah jatinangor, lembah manglayang…

Jatinangor sudah sangat banyak mengalami perubahan… juga ksatriaanku yang sangat kucintai, turut berubah…

Sesaat didepan pintu gerbang, kupejamkan mata… jantungku berdebar…

hari ini aku kembali ke ksatrianku…

Dalam ruang dan waktu yang berbeda, pada dimensi yang lain dan dalam kesempatan serta keadaan yang tak sama…

aku menapak tilasi jejak langkahku… di aspal, ditrotoar, dirumput-rumput, dibawah pohon-pohon…

begitu cepat waktu berlalu… dan aku tidak bisa lagi kembali kemasa lalu… meski begitu kuat aku ingin…

lapangan parade…

balairung…

set bawah…

tangga seribu…

menza…

kelas sumbawa…

barak ntt bawah…

mesjid…

dan dapur redaksi majalah abdi praja

… sadar ada banyak catatan historis yang telah kami tuliskan. mungkin ada berlipat lembaran kertas yang menuliskan kata tentang suka, duka, tawa dan luka. mungkin juga ada bertumpuk bundel kertas bercoret rasa manis, pahit dan asam… (dikutip dari MAP edisi 33 Juni 2003 / Sebuah Sayonara di Penghujung Waktu oleh NP. Syamsuri)

—unfinished


Hari Ini…..aku

November 17, 2008

entahlah….

aku sudah jengah, lelah dengan hidup ini…

setiap kali aku brusaha untuk berubah… lepas dari keadaan hidup ini… setiap kali pula aku terkapar tak berdaya…

aku……

(saat hujan mereda… saat kehidupan seperti stagnan… saat aku dipuncak kebosanan… dan kepalaku hang untuk berpikir waras…)